Skip to content

Tugas Mendorong Batu dari Tuhan

11 April 2009

Seorang lelaki pengangguran, suatu saat terbangun dari tidurnya karena kamarnya tiba-tiba menjadi terang benderang. Nampaklah Tuhan berdiri di hadapannya. Tuhan berkata bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan lelaki tersebut, dan menunjukkan padanya sebuah batu yang teramat besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa lelaki tersebut harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Lelaki itu kemudian mengerjakan hal tersebut setiap hari. Bertahun-tahun ia bekerja sejak matahari terbit hingga terbenam. Pundaknya menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya., namun batu yang amat besar tersebut tidak bergeming sedikitpun.

Setiap malam lelaki itu kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia. Ketika lelaki itu mulai putus asa, Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya.

“Sekian lama kau telah mendorong batu itu, tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannya. Tugas ini tidak masuk akal dan salah”.

Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

“Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?” pikirnya. “Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik”. Dan itulah yang direncanakannya, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

“Tuhan, aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu. dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai saat ini aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?”

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian. “Sahabatku, ketika aku memintamu untuk mendorong batu itu, tugasmu adalah hanya mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu, seperti yang telah kau lakukan. Tidak sekalipun aku mengatakan bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong, dan mendorong.”

“Dan kini kau datang padaku dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. Tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu, lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya.”

“Meski kau belum menggeser batu itu, tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong, serta belajar untuk setia dan percaya akan aku. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu.”

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya.

Dengan kata lain, berlatih mendorong batu besar, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.

One Comment leave one →
  1. 14 April 2009 13:33

    nice story

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: