Skip to content

Saya nggak korupsi kok, cuman lebih cerdik saja..

30 Maret 2009

Masih dengan semangat untuk berinternet yang sehat, mulai lagi untuk menulis…

Sekarang lagi getol-getolnya KPK nangkapin pejabat dan anggota dewan yang diduga melakukan tindakan “nilep”, atau dalam Bahasa Dayaknya “Korupsi”🙂

Banyak tingkah polah para “penjahat” itu, ada aja trik nya biar korupnya tetap jalan, sampai akhirnya pun dilakukan secara “berjamaah”. Satu kena, kena semua. Gotong royong saling menafkahi.

Sudah ada pula yang sudah divonis, yang antri juga lumayan banyak. Tapi ada satu fenomena, menjelang Pemilu 2009 ini lha kok malah semakin banyak yang mendaftarkan dirinya jadi anggota dewan yang terhormat. Artinya, walaupun di satu sisi masyarakat sudah apriori dan mencap jelek, namun pesona kursi anggota dewan sebagai lowongan pekerjaan berpenghasilan tinggi dan terhormat, ya masih saja jadi idola bagi kebanyakan orang. Yang penting duitnya banyak, yang ketangkep yang bodoh aja itu.

Nah daripada pusing, mending intermeso sejenak. Nih hasil dari blogwalking ke blog rekan Andrie Callista, aku copas aja dari sana, semoga selain memberi keceriaan, juga membawa pencerahan. thanks bro Andrie atas ijin menautkan artikel aslinya🙂

Nah, silaken dinikmati :

Anda yakin, bahwa pemimpin pilihan anda tidak korupsi?
Memang, banyak janji-janji yang mengubarkan anti korupsi. Namun, kita tak tau sebenarnya bahwa mengambil uang 500 perak juga termasuk korupsi. Nah, ini adalah cerita salah satu pemimpin yang benar-benar anti terhadap korupsi. Tapi, jika saja pemimpin kita anti korupsi seperti cerita ini, bagaimana membayangkan Indonesia kedepannya.

Pada suatu hari, partner kerja si pemimpin ingin memberikan hadiah kepadanya. Karena, prestasi yang diperoleh pemimpin tersebut. Hadiah yang diberikan partnernya berupa sebuah mobil merah merk ternama di dunia. Dan, di utuslah anak buah si partner mengantarkan hadiah itu kepada pemimpin. Sesampainya disana terjadi debat singkat antara pemimpin dan anak buah si partner.

anak buah : ini ada hadiah, sebuah mobil mewah dari bos saya?
pemimpin : saya tidak mau menerimanya, karena itu suap!
anak buah : tidak pak, ini bukan suap, tapi hadiah…
pemimpin : apapun bentuknya, saya takkan menerima…

si anak buah berfikir sejenak, agar pemimpin hendak menerima hadiah nya tersebut.

anak buah : bagaimana kalau bapak membeli mobil itu sekarang, jadi ini bukan suap kan?
pemimpin : saya tidak punya uang..
anak buah : tenang pak, mobilnya saya jual cuman Rp 10.000,00, gimana pak?

pemimpin pun berfikir, dan tak lama kemudian mengiyakannya untuk membeli mobil tersebut seharga Rp 10.000,00. Dengan semangat, pemimpin tersebut menyerahkan uang sebesar Rp 50.000,00 kepada anak buah, kemudian anak buah menyerahkan kunci tersebut. Ketika anak buah ingin mengembalikan kembaliannya sebesar Rp 40.000,00, pemimpin menolaknya.

pemimpin : tak usah dikembalikan, saya beli 4 mobil lagi, tolong antarkan kerumah saya…
anak buah : #%*€$

benar-benar pemimpin yang anti korupsi.

4 Komentar leave one →
  1. 30 Maret 2009 12:18

    sepppp bang…

  2. tukang nggame permalink
    30 Maret 2009 12:34

    wahahah….mantap ceritanya….

  3. 30 Maret 2009 20:52

    Tetap Menjadi Diri Sendiri… Saya Suka Blog Ini… Silakan Ambil Awardnya… Sudah Disediakan di Blog Saya

  4. pimpii permalink
    31 Maret 2009 18:02

    huahaaaa…….. terima kasih ceritanya….
    jurus jeli melakukan tetapi bagaimana agar tampak tidak melakukan he he he….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: